Ini adalah pengalaman pertama saya selama bekerja mendapat surat perintah perjalanan dinas ke beberapa kantor cabang di Indonesia. Hhmm,… pertama kali yang saya membayangkan, asik juga ya kalau bisa singgah ke kota-kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, bisa foto-foto obyek yang menarik . Dari biaya tiket pesawat, uang makan, biaya penginapan dan tentunya uang saku, semuanya ditanggung oleh kantor. Tapi ini adalah tugas kantor bukan rekreasi atau jalan-jalan yang hanya mencari kesenangan saja. Saya ditugaskan mendatangi kantor-kantor cabang untuk instalasi system baru yang mulai diaplikasikan oleh kantor pusat dimana saya bekerja. Sebuah tantangan baru untuk saya of course…
Tujuan pertama adalah mendatangi cabang kota Lampung, tanggal 14-16 Oktober. Saat pertama sampai di Lampung, suasana yang saya dapati adalah sebuah kota yang tenang dan lengang. Saya langsung menuju kantor cabang ditemani oleh kepala cabang Lampung. Malamnya menginap di Hotel yang meskipun hanya bintang 2, tapi fasilitasnya cukup memuaskan. Malam ke dua, saya berganti Hotel karena malam itu seharusnya saya sudah kembali ke Jakarta namun dikarenakan masih ada trouble akhirnya kepulangan saya dibatalkan dan tiket pesawat yang sudah saya pegang dibatalkan pula. Sedih, tapi ini resiko pekerjaan yang harus saya hadapi. Alhamdulillah hari berikutnya saya bisa kembali ke Jakarta setelah semua masalah di kantor cabang bisa terselesaikan dengan baik. Tak lupa, saya pun membawa oleh-oleh berupa kripik pisang khas Lampung yang spesial diberikan oleh Kepala cabang untuk saya bagikan di Jakarta nanti. Terima kasih Pak Moertono…. bapak baik sekali….
Tujuan berikutnya adalah kota Medan. Hari itu tanggal 21 Oktober. Hhhmmm…. lumayan jauh nih. Perjalanan ditempuh selama 2 jam penerbangan. Sesampainya disana saya lagi-lagi dijemput oleh salah satu karyawan kantor cabang. Karena letak bandara Polonia yang masih terbilang di tengah kota, jarak yang ditempuh ke kantor cabang tidaklah memakan waktu lama, hanya 10 menit. Suasana yang lebih ramai namun masih tetap tenang. Dua hari disana, saya sempatkan untuk jalan-jalan dimalam hari, mengunjungi Mesjid Raya (Subhanallah megahnya arsiteknya namun sayang interiornya sudah kurang terawat). Tak lupa juga Istana Maimun kami kunjungi sebelum sorenya saya bertolak kembali ke Jakarta. Puas deh foto-fotonya…
Perjalanan selanjutnya pada tanggal 2 November. Kota Semarang yang menjadi tujuan saya hari itu. Perjalanan ditempuh dalam 1 jam perjalanan udara. Lagi-lagi saya naik pesawat gratisssss….
. Dan lagi-lagi saya dijemput, kali ini kami mampir untuk sarapan di sebuah kedai soto pinggir jalan. Malamnya saya sempatkan jalan-jalan ditemani seorang kawan dari kantor cabang. Kami makan malam di sebuah cafe “Panorama” yang berada di tebing tinggi dimana “view” kota Semarang di malam hari jelas terlihat dari atas. Wooww indahnya…
. Besoknya sebelum saya kembali, saya diajak berbelanja Wingko Babat makanan ciri khas kota tersebut. Kami sempat pula mampir di Lawang Sewu, yang konon katanya memiliki seribu pintu dan terkenal angker. Dua hari yang padat tapi sangat mengasyikan.
Palangkaraya, kota tujuan terakhir tugas dinas saya. Ibukota Kalimantan Tengah ini masih termasuk kota yang perkembangannya belum begitu pesat. Penduduknya yang tidak padat membuat kota ini terlihat lengang. Setiba disana saya disambut dengan turun hujan yang lumayan lebat. Malamnya setelah hujan reda, saya berencana untuk cari oleh-oleh dan diundang makan malam oleh Pimpiman kantor cabang palangkaraya. Namun akhirnya rencana itu batal tanpa alasan yang jelas. Sedikit kecewa kala itu akhirnya saya jalan-jalan keluar Hotel untuk mencari makan malam. Saat itu masih sekitar jam 8.30 malam tapi jalanan sudah sepi. Esok paginya saya barulah mencari oleh-oleh untuk saya bawa ke Jakarta.
Itulah beberapa kisah perjalanan dians saya yang cukup menyenangkan walau tidak sempat banyak mengunjungi obyek2 wisata. Maybe someday i would be there again…




0 Tanggapan ke “My Official Journey to several cities in Indonesia”