<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Sweet Corner</title>
	<atom:link href="http://garasiopick.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://garasiopick.wordpress.com</link>
	<description>Pojok ruang tempat untuk melepas lelah, stress, pikiran suntuk setelah beraktivitas....</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 05:42:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='garasiopick.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/945ab5f78aa2225f81b43eb7cd7f6042?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>My Sweet Corner</title>
		<link>http://garasiopick.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://garasiopick.wordpress.com/osd.xml" title="My Sweet Corner" />
	<atom:link rel='hub' href='http://garasiopick.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pemahaman yang salah tentang Sholat Istikharah</title>
		<link>http://garasiopick.wordpress.com/2010/05/20/pemahaman-yang-salah-tentang-sholat-istikharah/</link>
		<comments>http://garasiopick.wordpress.com/2010/05/20/pemahaman-yang-salah-tentang-sholat-istikharah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 04:50:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Opick</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://garasiopick.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari saran seorang teman saya yang menganjurkan salah seorang teman saya yang lain untuk melakukan sholat istikharah disaat dia dihadapkan pada suatu masalah yang sangat berat. Setau saya, shalat istikharah dilakukan di saat kita dihadapkan pada 2 pilihan atau lebih dan kita bingung untuk memilih yang mana. Setelah browsing sana-sini bersama Mr. Google, akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=garasiopick.wordpress.com&amp;blog=8792771&amp;post=207&amp;subd=garasiopick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari saran seorang teman saya yang menganjurkan salah seorang teman saya yang lain untuk melakukan sholat istikharah disaat dia dihadapkan pada suatu masalah yang sangat berat. Setau saya, shalat istikharah dilakukan di saat kita dihadapkan pada 2 pilihan atau lebih dan kita bingung untuk memilih yang mana. Setelah browsing sana-sini bersama Mr. Google, akhirnya saya singgah di blog seseorang yang memposting artikel tentang pemahaman yang salah tentang shalat istikharah ini.</p>
<p>Berikut artikel yang saya kutip dari blog tetangga tersebut.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, banyak orang memahami bahwa sholat istikharah hanya disyariatkan ketika sedang bimbang atau ragu antara dua atau beberapa pilihan. Padahal ini tidak benar, sebab Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya: “Idzaa hamma ahadukum bil amr (Apabila salah seorang kalian menginginkan suatu perkara).” Dalam hadits ini, Rasulullah menggunakan kata ‘hamma’ (menginginkan) yang merupakan satu tingkatan dibawah ‘azama’ (bertekad), dan beliau tidak mengatakan: “Jika salah seorang kalian bimbang atau ragu…”</p>
<p>Dengan demikian, jika seorang muslim berkeinginan untuk melakukan sesuatu, dan tidak ada dua atau beberapa pilihan dihadapannya kecuali satu pilihan saja yang ingin ia lakukan, maka hendaknya ia melakukan istikharah mengenai keinginannya untuk melakukan sesuatu tersebut. Dan jika seorang muslim berkeinginan untuk meninggalkan sesuatu, maka hendaklah ia juga melakukan istikharah mengenai keinginannya meninggalkan sesuatu tersebut. Pendek kata, yang penting adalah bagaimana seseorang terlebih dulu memiliki keinginan, baru kemudian setelah itu ia ber-istikharah mengenai keinginannya tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu, jika dihadapan seseorang terdapat dua atau banyak pilihan, maka hendaknya ia terlebih dahulu – setelah bermusyawarah dengan orang-orang yang dipandang lebih paham – menentukan satu pilihan. Baru setelah itu hendaknya ia ber-istikharah atas pilihannya tersebut. Jika meninggalkan semua pilihan juga termasuk pilihan, maka itu juga sebuah pilihan, yang jika sudah diputuskan hendaknya diistikharahi. Namun ada kasus-kasus tertentu, ketika seseorang dihadapkan pada dua atau beberapa pilihan, ia harus memilih salah satu dan tidak mungkin tidak memilih sama sekali. Dalam hal ini, hendaknya ia melakukan istisyarah (berembug), lalu menetapkan satu pilihan, dan setelah itu ber-istikharah.</p>
<p><strong><span id="more-207"></span>Kedua</strong>, banyak orang memahami bahwa istikharah hanya dilakukan untuk urusan-urusan seperti jodoh, pergi keluar pulau (atau bahkan keluar negeri), dan urusan-urusan ‘besar’ lainnya. Padahal ini tidak benar. Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya: “Kaana yu’allimunaa al-istikharah fil umuuri kullihaa (Rasulullah saw telah mengajari kami – yakni para sahabat – untuk melakukan istikharah dalam segala urusan).” Dan Rasulullah saw tidak mengatakan: “dalam sebagian urusan” atau “dalam urusan-urusan penting”.</p>
<p>Kesalahpahaman ini menjadikan kebanyakan orang tidak gemar melakukan istikharah. Mereka akhirnya tidak melakukan istikaharah dalam masalah-masalah yang mereka anggap kecil, sepele, atau tidak penting.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, kebanyakan orang memahami bahwa sholat istikharah haruslah sholat dua rakaat yang khusus (tersendiri). Padahal sebenarnya tidak demikian. Rasulullah saw bersabda dalam hadits beliau: “Falyarka’ rak’ataini min ghairil faridhah (Maka hendaklah ia sholat dua rakaat yang bukan sholat fardhu).” Kata-kata ‘dua rakaat yang bukan sholat fardhu’ bersifat umum (karena memang tidak ada pengkhususan), yang berarti meliputi pula sholat tahiyyatul masjid, sholat sunnah rawatib, sholat dhuha, sholat sunnah wudhu, sholat tahajjud, dan sholat-sholat sunnah lainnya. Meski demikian, kalau sholat dua rakaat tersebut hendak dilakukan secara khusus (tersendiri) juga tidak apa-apa.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, kebanyakan orang memahami bahwa mesti muncul perasaan lapang dada untuk melakukan apa yang kita inginkan, setelah dilaksanakannya istikharah. Ini juga tidak ada dalilnya. Karena istikharah pada dasarnya adalah ‘memasrahkan’ urusan kepada Allah, termasuk ketika seseorang kurang senang dengan urusan tersebut (sepanjang ia sudah menetapkannya sebagai pilihan). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal sesuatu itu buruk bagi kalian. Dan Allah Mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216)</p>
<p>Pemahaman yang keliru ini menjadikan banyak orang tetap berada dalam keadaan bingung dan bimbang terhadap pilihannya, meski ia sudah melakukan istikharah. Bahkan tidak sedikit yang telah mengulang-ulang istikharahnya, namun tidaklah bertambah pada dirinya kecuali perasaan bingung dan bimbang karena ia tidak mendapatkan kelapangan dada untuk melaksanakan pilihannya. Padahal istikharah itu sejatinya justru dilakukan untuk menghilangkan kebingungan dan kebimbangan seperti itu.</p>
<p>Sebagian orang juga mengatakan bahwa berhasilnya istikharah adalah jika muncul perasaan ‘plong’  (yang diartikan persetujuan dari Allah) atau perasaan ‘mengganjal’  (yang diartikan ketidaksetujuan Allah). Ini juga tidak benar, maksudnya tidak harus. Sebab, tidak sedikit orang-orang yang telah melaksanakan istikharah dengan benar namun ia sama sekali tidak merasakan apa-apa.</p>
<p>Yang benar adalah, dengan istikharah Allah akan memudahkan dan menyampaikan seseorang pada pilihannya (jika Allah memandang pilihan tersebut baik baginya) atau Allah memalingkan dan menjauhkan seseorang dari pilihannya (jika Allah memandang pilihan tersebut tidak baik baginya). Saya rasa, inilah pemahaman yang tepat, sesuai dengan isi doa istikharah itu sendiri. Wallahu A’lam.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, banyak orang memahami bahwa setelah seseorang melakukan istikharah, ia mesti melihat mimpi yang memberi isyarat bahwa pilihannya itu benar, atau salah. Ini tidak ada dalilnya. Yang benar, sesudah melakukan istikharah, sebaiknya seseorang langsung bergegas menunaikan pilihannya sambil ‘memasrahkan diri’ kepada Allah. Adapun jika seseorang mendapatkan mimpi yang benar, yang memberikan isyarat bahwa pilihannya itu benar, maka itu adalah karunia dan petunjuk yang datang dari Allah. Namun jika ia tidak mendapatkan mimpi, tidak selayaknya ia urung menunaikan pilihannya dengan alasan menunggu mimpi.</p>
<p>Selamat ber-istikharah. Semoga sukses.</p>
<br />Filed under: <a href='http://garasiopick.wordpress.com/category/artikel-islami/'>Artikel Islami</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/garasiopick.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/garasiopick.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/garasiopick.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/garasiopick.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/garasiopick.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/garasiopick.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/garasiopick.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/garasiopick.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/garasiopick.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/garasiopick.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/garasiopick.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/garasiopick.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/garasiopick.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/garasiopick.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=garasiopick.wordpress.com&amp;blog=8792771&amp;post=207&amp;subd=garasiopick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://garasiopick.wordpress.com/2010/05/20/pemahaman-yang-salah-tentang-sholat-istikharah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11336b66e8228e935fbd7ccfbd8fa090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opick</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My Official Journey to several cities in Indonesia</title>
		<link>http://garasiopick.wordpress.com/2009/11/16/my-official-journey-to-several-city-in-indonesia/</link>
		<comments>http://garasiopick.wordpress.com/2009/11/16/my-official-journey-to-several-city-in-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Opick</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jejak langkahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://garasiopick.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah pengalaman pertama saya selama bekerja mendapat surat perintah perjalanan dinas ke beberapa kantor cabang di Indonesia. Hhmm,&#8230; pertama kali yang saya membayangkan, asik juga ya kalau bisa singgah ke kota-kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, bisa foto-foto obyek yang menarik . Dari biaya tiket pesawat, uang makan, biaya penginapan dan tentunya uang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=garasiopick.wordpress.com&amp;blog=8792771&amp;post=181&amp;subd=garasiopick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah pengalaman pertama saya selama bekerja mendapat surat perintah perjalanan dinas ke beberapa kantor cabang di Indonesia. Hhmm,&#8230; pertama kali yang saya membayangkan, asik juga ya kalau bisa singgah ke kota-kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, bisa foto-foto obyek yang menarik . Dari biaya tiket pesawat, uang makan, biaya penginapan dan tentunya uang saku, semuanya ditanggung oleh kantor. Tapi ini adalah tugas kantor bukan rekreasi atau jalan-jalan yang hanya mencari kesenangan saja. Saya ditugaskan mendatangi kantor-kantor cabang untuk instalasi system baru yang mulai diaplikasikan oleh kantor pusat dimana saya bekerja. Sebuah tantangan baru untuk saya of course&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tujuan pertama adalah mendatangi cabang kota Lampung, tanggal 14-16 Oktober. Saat pertama sampai di Lampung, suasana yang saya dapati adalah sebuah kota yang tenang dan lengang. Saya langsung menuju kantor cabang ditemani oleh kepala cabang Lampung. Malamnya menginap di Hotel yang meskipun hanya bintang 2, tapi fasilitasnya cukup memuaskan. Malam ke dua, saya berganti Hotel karena malam itu seharusnya saya sudah kembali ke Jakarta namun dikarenakan masih ada trouble akhirnya kepulangan saya dibatalkan dan tiket pesawat yang sudah saya pegang dibatalkan pula. Sedih, tapi ini resiko pekerjaan yang harus saya hadapi. Alhamdulillah hari berikutnya saya bisa kembali ke Jakarta setelah semua masalah di kantor cabang bisa terselesaikan dengan baik. Tak lupa, saya pun membawa oleh-oleh berupa kripik pisang khas Lampung yang spesial diberikan oleh Kepala cabang untuk saya bagikan di Jakarta nanti. Terima kasih Pak Moertono&#8230;. bapak baik sekali&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-181"></span></p>
<p>Tujuan berikutnya adalah kota Medan. Hari itu tanggal 21 Oktober. Hhhmmm&#8230;. lumayan jauh nih. Perjalanan ditempuh selama 2 jam penerbangan. Sesampainya disana saya lagi-lagi dijemput oleh salah satu karyawan kantor cabang. Karena letak bandara Polonia yang masih terbilang di tengah kota, jarak yang ditempuh ke kantor cabang tidaklah memakan waktu lama, hanya 10 menit. Suasana yang lebih ramai namun masih tetap tenang. Dua hari disana, saya sempatkan untuk jalan-jalan dimalam hari, mengunjungi Mesjid Raya (Subhanallah megahnya arsiteknya namun sayang interiornya sudah kurang terawat). Tak lupa juga Istana Maimun kami kunjungi sebelum sorenya saya bertolak kembali ke Jakarta. Puas deh foto-fotonya&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perjalanan selanjutnya pada tanggal 2 November. Kota Semarang yang menjadi tujuan saya hari itu. Perjalanan ditempuh dalam 1 jam perjalanan udara. Lagi-lagi saya naik pesawat gratisssss&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Dan lagi-lagi saya dijemput, kali ini kami mampir untuk sarapan di sebuah kedai soto pinggir jalan. Malamnya saya sempatkan jalan-jalan ditemani seorang kawan dari kantor cabang. Kami makan malam di sebuah cafe &#8220;Panorama&#8221; yang berada di tebing tinggi dimana &#8220;view&#8221; kota Semarang di malam hari jelas terlihat dari atas. Wooww indahnya&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Besoknya sebelum saya kembali, saya diajak berbelanja Wingko Babat makanan ciri khas kota tersebut. Kami sempat pula mampir di Lawang Sewu, yang konon katanya memiliki seribu pintu dan terkenal angker. Dua hari yang padat tapi sangat mengasyikan.</p>
<p>Palangkaraya, kota tujuan terakhir tugas dinas saya. Ibukota Kalimantan Tengah ini masih termasuk kota yang perkembangannya belum begitu pesat. Penduduknya yang tidak padat membuat kota ini terlihat lengang. Setiba disana saya disambut dengan turun hujan yang lumayan lebat. Malamnya setelah hujan reda, saya berencana untuk cari oleh-oleh dan diundang makan malam oleh Pimpiman kantor cabang palangkaraya. Namun akhirnya rencana itu batal tanpa alasan yang jelas. Sedikit kecewa kala itu akhirnya saya jalan-jalan keluar Hotel untuk mencari makan malam. Saat itu masih sekitar jam 8.30 malam tapi jalanan sudah sepi. Esok paginya saya barulah mencari oleh-oleh untuk saya bawa ke Jakarta.</p>
<p>Itulah beberapa kisah perjalanan dians saya yang cukup menyenangkan walau tidak sempat banyak mengunjungi obyek2 wisata. Maybe someday i would be there again&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_198" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><a href="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/8923_1253460261215_1370794875_30723001_4134831_n1.jpg"><img class="size-medium wp-image-198" title="8923_1253460261215_1370794875_30723001_4134831_n" src="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/8923_1253460261215_1370794875_30723001_4134831_n1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Menara Mesjid Al- Mashun, Medan</p></div>
<div id="attachment_199" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/8923_1253460501221_1370794875_30723007_195800_n1.jpg"><img class="size-medium wp-image-199" title="8923_1253460501221_1370794875_30723007_195800_n" src="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/8923_1253460501221_1370794875_30723007_195800_n1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Mesjid Raya Al- Mashun, Medan</p></div>
<div id="attachment_200" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/15443_1266877316633_1370794875_30763682_154572_n1.jpg"><img class="size-medium wp-image-200" title="15443_1266877316633_1370794875_30763682_154572_n" src="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/15443_1266877316633_1370794875_30763682_154572_n1.jpg?w=300&#038;h=205" alt="" width="300" height="205" /></a><p class="wp-caption-text">Kereta api jaman Belanda di halaman &quot;Lawang Sewu&quot;</p></div>
<div id="attachment_205" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/15443_1266877516638_1370794875_30763687_2358941_n3.jpg"><img class="size-medium wp-image-205" title="15443_1266877516638_1370794875_30763687_2358941_n" src="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/15443_1266877516638_1370794875_30763687_2358941_n3.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Lawang Sewu - Semarang</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<br />Posted in Jejak langkahku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/garasiopick.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/garasiopick.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/garasiopick.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/garasiopick.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/garasiopick.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/garasiopick.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/garasiopick.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/garasiopick.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/garasiopick.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/garasiopick.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/garasiopick.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/garasiopick.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/garasiopick.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/garasiopick.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=garasiopick.wordpress.com&amp;blog=8792771&amp;post=181&amp;subd=garasiopick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://garasiopick.wordpress.com/2009/11/16/my-official-journey-to-several-city-in-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11336b66e8228e935fbd7ccfbd8fa090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opick</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/8923_1253460261215_1370794875_30723001_4134831_n1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">8923_1253460261215_1370794875_30723001_4134831_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/8923_1253460501221_1370794875_30723007_195800_n1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">8923_1253460501221_1370794875_30723007_195800_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/15443_1266877316633_1370794875_30763682_154572_n1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">15443_1266877316633_1370794875_30763682_154572_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://garasiopick.files.wordpress.com/2009/11/15443_1266877516638_1370794875_30763687_2358941_n3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">15443_1266877516638_1370794875_30763687_2358941_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Idul Fitri</title>
		<link>http://garasiopick.wordpress.com/2009/09/28/makna-idul-fitri/</link>
		<comments>http://garasiopick.wordpress.com/2009/09/28/makna-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 09:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Opick</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://garasiopick.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Tak lupa mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri,&#8230;. Mohon Maaf Lahir dan Bathin !!.. Lepas dari kemungkinan adanya perbedaan dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri, yang jelas, seluruh umat Islam di dunia ini akan segera merayakan hari yang biasa dianggap ‘kemenangan’ tersebut. Perayaan rutin setiap tahun ini menjadi momen sangat penting setelah berpuasa selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=garasiopick.wordpress.com&amp;blog=8792771&amp;post=177&amp;subd=garasiopick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#00ffff;"><em>Tak lupa mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri,&#8230;. Mohon Maaf Lahir dan Bathin !!..</em></span></p>
<p>Lepas dari kemungkinan adanya perbedaan dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri, yang jelas, seluruh umat Islam di dunia ini akan segera merayakan hari yang biasa dianggap ‘kemenangan’ tersebut. Perayaan rutin setiap tahun ini menjadi momen sangat penting setelah berpuasa selama sebulan pada bulan Ramadhan. Seluruh umat Islam merayakannya dengan suka dan cita, tak berbeda yang rajin puasa maupun yang hanya alakadarnya.</p>
<p>Sebagaimana sudah maklum, selain Hari Raya Idul Fitri, umat Islam juga punya Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Dalam literatur-literatur Islam klasik, hari raya ini disebut Idul Akbar (hari raya besar), sementara Idul Fitri hanya disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya kecil).. Sebagaimana hari-hari besar lain, Idul Fitri tentu memiliki makna umum sebagai hari libur nasional sekaligus makna khusus yang dirasakan umat Islam. Paling tidak, Idul Fitri dianggap sebagai hari kemenangan mengalahkan hawa nafsu dengan berpuasa sebulan penuh.</p>
<p>Erat kaitannya dengan Hari Raya Idul Fitri adalah zakat fitrah yang wajib dikeluarkan setiap individu Muslim. Kalimat kedua dari dua terma ini (Idul Fitri dan zakat fitrah) adalah kalimat yang berasal dari bahasa Arab fithrah yang berarti natural atau dalam bahasa Indonesianya biasa diterjemahkan sebagai segala sesuatu yang suci, bersifat asal, atau pembawaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1997)..</p>
<p><strong>Sisi etimologis</strong><br />
Idul Fitri terdiri dari dua kata. Pertama, kata ‘id yang dalam bahasa Arab bermakna `kembali’, dari asal kata ‘ada. Ini menunjukkan bahwa Hari Raya Idul Fitri ini selalu berulang dan kembali datang setiap tahun. Ada juga yang mengatakan diambil dari kata ‘adah yang berarti kebiasaan, yang bermakna bahwa umat Islam sudah biasa pada tanggal 1 Syawal selalu merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).</p>
<p><span id="more-177"></span>Dalam Alquran diceritakan, ketika para pengikut Nabi Isa tersesat, mereka pernah berniat mengadakan ‘id (hari raya atau pesta) dan meminta kepada Nabi Isa agar Allah SWT menurunkan hidangan mewah dari langit (lihat QS Al Maidah 112-114). Mungkin sejak masa itulah budaya hari raya sangat identik dengan makan-makan dan minum-minum yang serba mewah. Dan ternyata Allah SWT pun mengkabulkan permintaan mereka lalu menurunkan makanan.(QS Al-Maidah: 115).</p>
<p>Jadi, tidak salah dalam pesta Hari Raya Idul Fitri masa sekarang juga dirayakan dengan menghidangkan makanan dan minuman mewah yang lain dari hari-hari biasa. Dalam hari raya tak ada larangan menyediakan makanan, minuman, dan pakaian baru selama tidak berlebihan dan tidak melanggar larangan. Apalagi bila disediakan untuk yang membutuhkan.</p>
<p>Abdur Rahman Al Midani dalam bukunya Ash-Shiyam Wa Ramadhân Fil Kitab Was Sunnah (Damaskus), menjelaskan beberapa etika merayakan Idul Fitri. Di antaranya di situ tertulis bahwa untuk merayakan Idul Fitri umat Islam perlu makan secukupnya sebelum berangka ke tempat shalat Id, memakai pakaian yang paling bagus, saling mengucapkan selamat dan doa semoga Allah SWT menerima puasanya, dan memperbanyak bacaan takbir. Kata yang kedua adalah Fitri. Fitri atau fitrah dalam bahasa Arab berasal dari kata fathara yang berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dengan puasa maka ia mengandung makna `berbuka puasa’</p>
<p>(ifthaar). Kembali kepada fitrah ada kalanya ditafsirkan kembali kepada keadaan normal, kehidupan manusia yang memenuhi kehidupan jasmani dan ruhaninya secara seimbang. Sementara kata fithrah sendiri bermakna `yang mula-mula diciptakan Allah SWT` (Dawam Raharjo, Ensiklopedi Alquran: hlm 40, 2002). Berkaitan dengan fitrah manusia, Allah SWT berfirman dalam Alquran: “Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu?.</p>
<p>Mereka menjawab:”Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (QS. Al A`râf: 172).” Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh manusia pada firtahnya mempunya ikatan primordial yang berupa pengakuan terhadap ketuhanan Allah SWT. Dalam hadis, Rasulallah SAW juga mempertegas dengan sabdanya: “Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan fitrah: kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani dan Majusi (HR. Bukhari).” Hadits ini memperjelas kesaksian atau pengakuan seluruh manusia yang disebutkan Alquran di atas.</p>
<p><strong>Sisi terminologi</strong><br />
Kendati dalam literatur-literatur Islam klasik, Idul Fitri disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya yang kecil) sementara Idul Adhha adalah Idul Akbar (hari raya yang besar), umat Islam di Tanah Air selalu terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari-hari besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun. Momen Idul Fitri dirayakan dengan aneka ragam acara, dimulai dengan shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antarkeluarga yang kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.</p>
<p>Dalam terminologi Islam, Idul Fitri secara sederhana adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya, kata fitri disitu diartikan `berbuka atau berhenti puasa` yang identik dengan makan-makan dan minum-minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri pun disambut dengan pesta makan-makan dan minum-minum mewah yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.</p>
<p>Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna Idul Fitri sendiri, juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai `kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci` sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang Muslim yang selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.</p>
<p>Idul Fitri berarti kembali pada naluri kemanusian yang murni, kembali pada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari seluruh praktik busuk yang bertentangan dengan jiwa manusia yang masih suci. Kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak islami. Inilah makna Idul Fitri yang asli.</p>
<p>Adalah kesalahan besar apabila Idul Fitri dimaknai dengan `perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum` sehingga yang tadinya dilarang makan siang, setelah hadirnya Idul Fitri akan balas dendam., atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan. Kemudian, karena Ramadhan sudah usai maka kemaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan. Ringkasnya, kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang saleh musiman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrian dan nilai ketakwaan.</p>
<p><strong>Ikhtisar</strong><br />
- Idul fitri merupakan momentum terbaik bagi setiap manusia untuk kembali ke fitrahnya sebagai makhluk yang suci dan terampuni dosanya.<br />
- Cuma, saat ini masih banyak kalangan yang mengartikan Idul Fitri hanya sebagai hari terbebasnya manusia dari kewajiban berpuasa.<br />
- Ada juga kalangan yang menjadikan Idul Fitri sebagai hari pamer kemewahan.<br />
- Mereka yang keliru memaknai Idul Fitri hanya akan menjadi manusia yang saleh secara musiman.</p>
<p>oleh : <em> Nur Faizin Muhith</em></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>Sumber : http://langitan.net/?p=54</em></span></p>
<p>*****</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em><br />
</em></span></p>
<br />Posted in Artikel Islami  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/garasiopick.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/garasiopick.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/garasiopick.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/garasiopick.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/garasiopick.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/garasiopick.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/garasiopick.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/garasiopick.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/garasiopick.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/garasiopick.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/garasiopick.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/garasiopick.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/garasiopick.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/garasiopick.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=garasiopick.wordpress.com&amp;blog=8792771&amp;post=177&amp;subd=garasiopick&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://garasiopick.wordpress.com/2009/09/28/makna-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11336b66e8228e935fbd7ccfbd8fa090?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Opick</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
